dulu seringkali aku mempermasalahkan perbedaan diantara aku dan dia. dari perbedaan pola pikir, hobi sampai ke perbedaan fisik.
tak mungkin hatiku terbuka untuk'a tanpa ada suatu persamaan. "sudahlah kawan, jarak perbedaan kita terlalu jauh, aku ngga suka apa yg kamu suka dan kmu jg ga suka kan apa yg aku suka? berhentilah berharap, kita ngga munkin bersatu, klaupun bersatu yang ada bakal berantem tiap hari karena perbedaan. & aku tak menginginkan semua itu."
tapi sekeras apa aku menyuruhnya pergi, sekeras itu dia tetap berdiri.
sungguh, sudah bertahun-tahun, sikap'a membuatku merasa bersalah. keacuhanku dibalas dengan kepedulian'a, keegoisanku dibalas dengan kesabaran'a, wajah sinisku saat menatap'a selalu dibalas dengan senyuman.
sungguh, egoku memudar. hatikupun berbisik, bukankan manusia terlahir tidak seratus persen sempurna dan penuh perbedaan? Mengapa perbedaan selalu dipermasalahkan? Dan menjadi jurang pemisah yang sangat dalam seperti ada tembok Cina yang sangat megah dan kokoh diantara Qta?
ah, kalau saja dari dulu ku buka mata, wanita dan pria tertarik karena perbedaan, magnet bisa saling tertarik karena perbedaan dua kutub, musik tercipta karena perbedaan nada dan irama,panorama indah pun terlihat karena ada'a perbedaan warna.
ya,karena perbedaan. dan karena perbedaan kita bisa saling melengkapi.
selama ini aku telah salah menilai. mataku sudah tertipu dengan balutan keindahan palsu sebuah persamaan.
Menyesal tak sejak dulu ku memilih dri'a. Kenapa aku harus berpetualang dulu dengan org yg salah?
hm...tapi mungkin Tuhan emank sngaja mau aku brjumpa dgn orang yang salah dlu sebelum menemui seseorang yang benar supaya bila akhirnya menemui seseorang yang benar-benar Tuhan takdirkan, aku akan tahu bagaimana untuk bersyukur dengan nikmat pemberian dan hikmah di balik pemberian tersebut. ^.^